...kiss???.....

“Hai, teman-teman. Gue punya kabar seruh nih” kata Ais yang tiba-tiba datang dan langsung duduk disebelah Nesa. Seperti bisa Ais si tukang gosip datang menghampiri ketiga kawannya yang lagi duduk anteng di kelas.

“Berita baru apa? Paling-paling berita tentang kucing mati” kata Nesa sambil ketawa.

“Enak aja, ini beda tahu”kata Ais kesal.

“Lalu apa?” Tanya Nesa.

“Kalian tahu Lisa anak 2.1 itu”

“Yang pacaran Desta anak voli itu” kata Jeni.

“Iya, yang itu”

“Emangnya ada apa dengan dia?” kata Chesa.

“Kaya Peterpan aja, pake ada apa dengan dia?” ledek Nesa.

“Nesa” kata Chesa cemberut tapi Nesa malah ketawa.

“Nesa, udah jangan jailin chesa lagi, udah tahu si chesa itu anaknya cengeng” kata Jeni. Tapi Nesa malah mangkin ketawa dan Chesa makin cemberut.

“Kalian mau dengar beritanya ga?” kata Ais marah.

“Iya, kami mau dengar” kata Nesa sambil tersenyum.

“Katanya, kemarin mereka ciuman di ruang UKS” kata Ais dengan tampang serius.

“Masa sih, emangnya elo tahu dari siapa?” Tanya Jeni.

“Kata anak-anak kelas 1.2 yang mengelihat mereka ciuman”

“Hebat mereka, padahal mereka baru pacaran selama 3 hari” kata Nesa kagum.

“Kok, lo jadi kagum sama mereka?” Tanya Jeni.

“Karena gue aja engga bisa kaya mereka”

“Emangnya lo dah pernah ciuman,nes?” Tanya Chesa.

“Iya, udahlah. Tapi gue paling cepat itu ciuman setelah jadian selama seminggu”

“Berarti, lo dah pernah ciuman sama si Rei” Tanya Ais.

“Iya, udahlah” kata Nesa malu-malu.

“Lo mau ciuman sama orang kaya dia, yang sok kecakepan itu” kata Ais kaget.

“Kaya lo belum pernah ciuman aja. Loe juga pernahkan ciuman sama mantan loe si culun itukan” ledek Nesa. Muka Ais pun langsung merah.

“Berarti kalian pernah ciumannya?” Tanya Chesa.

“Iya, udahlah. Jeni aja udah, ya kan jen?” kata Nesa sambil mengedipkan sebelah matanya dan Jeni menunduk malu.

“Emannya lo belum pernah, sa?” Tanya Ais.

Aduh telak benar pertanyaan Ais, kata Chesa dalam hati. Dia binggung mau jawab apa. Kalau dia jawab belum takut dikertawai dan kalau jawab pernah berarti dia bohong sama teman-temannya. Dia binggung jadi dia hanya bisa diam aja.

“Jadi lo pernah ciuman sama Zein, sa?” kata Jeni.

“Belum” kata Chesa malu. Memang benar Chesa belum pernah ciuman dengan Zein padahal mereka sudah pacaran selama 6 bulan.

“Tapi, kalau mereka ciuman bagaimana caranya. Kan zein tinggi banget sedangkan chesa pendek” kata Nesa sambil bergaya seolah-olah berpikir.

“Iya, juganya” kata Ais. Lalu ke tiga temannya ketawa dan mengejek Chesa sampai Chesa malu banget.

Selama pelajaran ke empat dan ke lima Chesa tidak bisa konsen karena masih ingat pembicaraan tadi. Dia juga sedikit gelisah tentang itu. Sebenarnya dia juga ingin sekali berciuman dengan Zein. Tapi setelah pembicaraan tadi dia juga berpikir bagaimana jadinya kalau dia berciuman dengan Zein. Habis tinggi badan Zein 180 cm sedangkan tinggi badan dia hanya 155 cm. Apabila dia berdiri sejajar sama Zein, dia tidak sampai sepundaknya Zein tapi hanya seketeknya Zein. Dan apabila dia jalan bareng dengan Zein, dibilang anak bapak lagi jalan berdua. Apalagi kalau dia ciuman bisa-bisa dia harus pake sepatu yang haknya setinggi 35 cm baru bisa ciuman. Atau dia harus naik bangku dulu baru bisa ciuman. Ini membuat Chesa sangat pusing sekali. Sampai pulang pun dia tetap memikirkannya. Zein pun aneh melihat ceweknya diam aja selama perjalanan pulang. Maklum mereka selalu pulang bareng. Seperti bisa Zein mengatar pulang Chesa dengan mengunakan BMWnya.

“Chesa, kamu kenapa? Kok diam aja dari tadi” kata Zein sambil menyetir.

“Engga apa-apa. Emangnya engga boleh diam?”

“Engga apa-apa sih”

Tiba-tiba Chesa melihat bibir Zein yang merah banget. Dia jadi ingin menciumnya. Tapi tiba-tiba Chesa sadar dia tidak boleh melakukannya. Tapi kalau sambil duduk beginikan pasti gampang karena dia tidak mesti repot-repot memakai sepatu tinggi atau naik bangku pikir dia. Tapi gensi ah, masa cewek duluan. Nanti dia pikir dia cewek napsuan.

“Hallo, lagi mikirin apa?” kata Zein sambil melambai satu tangannya ke muka Chesa.

“Eng………ga, mikirin apa-apa” kata Chesa kaget.

Chesa pun langsung membanyangkan hal yang lain. Masalahnya dia takut membayangkan hal yang aneh-aneh. Jadi selama perjalanan dia mengajak bicara Zein mengenai kegiatannya Zein di ekskul basketnya. Supaya Zein tidak khawatir dan dia tidak memikirkan ciuman. Tapi semua itu tidak dapat melupakannya karena selama berbicara dia selalu melihat bibir Zein yang merah itu. Dia jadi berharap supaya waktu cepat berlalu dan dia cepat sampai rumah.Di saat dia sampai rumah dia senang banget karena dengan begitu dia tidak mesti melihat bibir Zein dan berharap agar dapat di cium.

Chesa langsung masuk ke kamarnya yang ada dilantai dua ketika sampai rumah. Dia langsung merebahkan dirinya ke kasur. Dia mencoba untuk melupakan hal itu tapi tetap tidak bisa. Jadi dia langsung menyetel radionya keras-keras dan dia pun joget-joget. Itu adalah kebiasaannya kalau dia lagi se tres atau pun lagi gembira. Dia pasti langsung joget-joget engga karuan. Hari ini dia sangat pusing sekali. Dia jadi tidak nafsu makan. Bahkan dia tidak bisa tidur. Walau pun bisa tidur, dia bermimpin berciuman dengan Zein. Jadi terpaksa dia bergadang.

~ ~ ~

Pagi ini, muka Chesa sangat kusut banget. Jelas aja dia seperti itu, dia semalaman takut memejamkan matanya habis dia takut mimpi tentang ciuman. Zein yang melihat cewek mungilnya itu sangat lemas dia sangat khawatir sekali. Saat menjemput Chesa dengan mobil kebanggaannya itu. Selama perjalanan Zein sangat khawatir sekali. Dia berkali-kali menyuruh Chesa untuk tidak sekolah aja tapi Chesa tetap menolak. Akhirnya mereka berdua sampai juga ke sekolah.

Saat pelajaran ke dua Chesa sangat tidak konsen karena dia ngantuk sekali malahan dia ingin sekali tidur karena matanya sudah lima watt. Karena kelakuan Chesa yang aneh. Membuat Ibu Linda sangat khawatir dan menyuruh Chesa untuk pergi ke UKS untuk istiratat. Di UKS Chesa tanpa basa-basi Chesa langsung tidur pulas dan langsung melayang ke alam mimpinya.

Saat bel istirahat, Zein langsung ke ruang UKS untuk menemui cewek kecilnya itu saat mengetahui ceweknya itu ada di ruang Uks.

Didalam mimpi Chesa dia melihat cowoknya ada disebelahnya membelai rambutnya dengan lembut sekali sambil tersenyum. Wajahnya dekat sekali dimuka Chesa hingga bisa melihat dengan jelas guratan wajahnya. Tiba-tiba wajah itu semakin dekat sekali. Lalu karena kagetnya Chesa pun langsung terbangun. Saat terbangun dia melihat cowoknya lagi duduk dikursi disebelah kasur yang dia tiduri sambil memegang tanganya.

“A……………………h” teriak Chesa sangkin kagetnya.

“Sa, ini aku Zein” kata Zein karena dia kaget tiba-tiba ceweknya itu berteriak.

“Kenapa kamu ada disini?”

“Aku diberi tahu Nesa, katanya kamu tadi tidak enak badan dan disuruh pergi ke Uks”

“Kamu baik-baik aja kan, Sa?”

“Iya, sudah mendingan”

“Bagaimana engga baikan, tadi kamu tidurnya pulas banget” kata Zein dengan tersenyum mengejek.

“ZEIN” kata Chesa marah.

Lalu Zein pindah duduknya dari kursi ke pingir kasur yang di tiduri Chesa. Yang membuat Chesa kaget. Dan bukan hanya dia kaget jantungnya pun ikut-ikutan kaget. Sangkin kaget rasanya jantungnya itu mau copot. Tapi Zein tetap ada disisinya malah dia mengelus rambut Chesa. Zein itu bego apa engga sih, dia engga mikir apa kalau jantung gue rasanya mau copot sangkin deg-deg kan, keluh Chesa dalam hati. Lalu Chesa pun ingat pembicaraan kemarin dengan teman-temannya, kalau diruang UKS ini lah si Lisa anak kelas 2.1 itu ciuman dengan pacarannya Desta. Karena mengigat hal itu jantung Chesa langsung tambah detakannya. Sangkin takutnya Chesa menutup wajah dengan bantal dengan gerakan yang sangat cepat.

“Kenapa kok mukanya ditutup dengan bantal?” kata Zein heran karena tiba-tiba wajah Chesa ditutup dengan bantal.

“Aku kan malu dilihat. Udah tahu aku baru bangun tidur. Muka aku kan jadi terlihat jelek aku kan engga mau dilihat kamu dengan keadaan yang menyedihkan kaya gini. Sudah gitu kamu memperlakukan aku kaya anak kucing yang baru bangun tidur aja pake adegan belai-belai rambut segala. Aku kan bukan anak kucing” cerocos Chesa tanpa dipikir sangkin deg-deg kan.

“Haaaaaaa… haaaa… haaaaa…” tawa Zein cekikikan.

“Kok, malah ketawa emangnya aku salah ngomongnya” kata Chesa sambil membuka wajahnya dari bantal yang memutupi wajahnya.

“Engga, kamu engga salah ngomong kok” kata Zein sambil menahan tawanya.

“Lalu kenapa tadi kamu ketawa?” kata Chesa sambil duduk.

“Habis, kamu mirip benaran sama anak kucing yang baru bangun tidur” kata Zein dengan mendekatkan wajahya ke wajah Chesa.

Muka Chesa langsung merah padam.

“Tahu ah” kata Chesa langsung tiduran lagi dan menutup wajahnya dengan bantal lagi.

“Iya, udah jangan marah. Aku balik dulunya, aku mau kekantin dulu mau makan, laper banget nih. Kamu mau nitip ga?”

“Engga, aku engga laper” kata Chesa masih dengan muka ditutup bantal.

“Aku pergi dulunya, anak kucing” ledek Zein.

“Zein…, jelek, rese, nyebelin” kata Chesa sambil membuka bantal yang menutupi wajahnya.

“Biarin, daaah” kata Zein sekali lagi mendekat wajah Chesa dan langsung pergi dengan senyum-senyum engga karuan.

Chesa lansung tiduran lagi dengan muka masih merah dan jantung yang masih mau copot itu. Dia sebenarnya suka diperlakukan seperti itu sama Zein. Tapi dia takut apabila tiba-tiba dia dicium Zein terus ada guru yang masuk dan melihat, bisa-bisa mereka di skos. Mending kalau di skos, kalau dikeluarin bagaimana. Tapi hati Chesa yang satu berkata, coba tadi benaran ciuman pasti enaknya. Pokoknya didalam pikiran Chesa, seakan-akan ada yang berkata jangan dan ada yang bila iya. Rasanya kaya ada malaikat dan setan yang saling adu argument. Dan untuk aja malaikat yang kuat, pikir Chesa dalam hati.

~ ~ ~

”Bagaimana keadaan mu, sa?” Tanya Jeni saat pulang sekolah karena saat pelajaran ke 5 dan ke 6, Chesa diam aja (ngomongnya di mobil Nesa, mereka pulang bareng Karena hari ini Zein ada latihan basket jadi Chesa pulang bareng temannya).

“Baik-baik aja! Emangnya kenapa?” Chesa heran mendengar pertanyaan temannya itu.

“Habis, kamu dari UKS jadi tambah diam. Aku pikir kamu pasti sakitnya parahnya” Jeni dengan suara cemas (jangan herannya kalau Jeni lagi panick gaya bahasanya jadi bagus “Aku” maksudnya).

“Ah… masa, kayanya tadi aku biasa-biasa aja” Chesa mengaruk kepalanya yang engga gatel. Chesa engga mungkin bilang ketemannya kalau dia tadi melamun karena kejadian di UKS tadi.

“Pasti tadi di UKS terjadi sesuatu! Cerita-cerita dong!!!” kata Ais dengan kata menggoda sambil masih asik makan coklat di bangku depan.

“Engga ada apa-apa kok!” Chesa gugup karena ucapan Ais barusan yang membuat dia salah tingkah di bangku belakang berdua dengan Jeni.

“Jangan bohong deh……, tadi aku lihat Zein keluar dari UKS senyum-senyum sendiri” kata Nesa sambil menyetir mobil tapi matanya melihat kaca dimana dia dapat melihat wajah temannya itu yang sedang merah.

“Ayo…, tadi dia ngapain” kata Jeni merayu.

“Engga nga-ngapain, suerrrrrrrrr”

“Udah engga usah suerrrrr segala” kata Nesa sambil tertawa.

“Jangan-jangan kalian ciumanya di ruang UKS! Kan di sana juga si Lisa melakukan ciuman” kata Ais dengan semangat hingga mukanya 180 derajat membalik kebelakang.

“Engga, gue mana merani mengakuin gituan umur gue aja belum 17 tahun mana boleh melakukan itu, nanti dosa” Chesa bicara dengan polosnya. Mungkin ngomong tanpa dipikir, tapi hati paling dalemmmmmnya dia juga mau melakukan apa yang dilakukan orang diatas 17 tahun “bukan yang begituan loh tapi ciuman maksudnya”. Maklum diantara mereka berempat Cuma Chesa seorang yang belum genap 17 tahun bisa dibilang dia masuk sekolah kecepetan habis dari kecil dia pengen banget sekolah jadi sama ortunya langsung di masuki SD tanpa ada proses TK dulu. Waktu dia masuk SD dia masih berumur 5 tahun jadi dia sekarang umurnya masih 15 jalan 16 (umur bisa jalannya???). Padahal dia sekarang sudah kelas dua.

“Iya, kita percaya kok. Kalau loe berdua pasti engga akan pernah berani melakukannya” kata Nesa sambil tertawa meledak-meledak diikuti ke dua sahabatnya. Chesa hanya bisa cemberut saja melihat ke tiga sahabatnya itu pada ketawa. Sebenarnya dia malu sekaligus marah besar melihat tingkah sahabatnya itu yang engga punya perasaan.

~~~

Chesa pulang dengan muka cemberut besar, dia sangat engga terima dengan perilakuan sahabatnya itu. Sanking marahnya dia langsung masuk ke kamarnya dan langsung merebahkan badannya ke kasur. Tanpa sadar dia langsung aja menanggis. Dia sendiri engga tahu kenapa dia sampai menanggis tapi dia engga bisa menahan butiran-butiran air mata untuk jatuh ke pipinya.

“Gw engga bisa bigini terus” kata Chesa. Lalu Chesa bangkit dari kasur dan berjalan kedepan kaca. ”Apa salahnya gw ciuman, lagian gw bukan anak kecil kok, Zein pacar gw ini, pasti dia juga mau pasti ciuman sama gw. Tinggi bukan masalah” Chesa ngomong dengan bayangannya dicermin. Jadi Chesa puskan dia bakal ciuman sama Zein saat pesta ultah temannya Linda. Gak masalah Chesa mulai duluan, pikir Chesa dalam hati. (kayaknya sekarang yang menang setan dech......).

~~~

Maka Chesa mempersiapkan semuanya, dia membeli baju pesta yang sangat cantik dan juga sepatu hak tinggi, untuk acara pesta ultah Linda malam minggu nanti.

Di sekolah semua anak membicarakan tentang pesta Linda (maklum Linda anak orang kayak, pestanya aja di gedung). Teman-teman Chesa semua diundang karena mereka satu kelas, sebenarnya mereka gak begitu suka sama Linda tapi karena diundang jadi mereka dateng.

”Jangan lupa dateng ke ultah gw ya.........” kata Linda kepada Chesa dan kawan-kawan yang lagi duduk-duduk didepan kelas saat istirahat.

”Sebenarnya gw males dateng keacara pesta tuh nenek sihir” kata Nesa. Maklum mereka dulu sempet berantem karena rebutan cowok gitu dech.

”Tapi loe mesti dateng, nesa. Loe bawa pacar baru loe, yang anak kuliah itu, biar tahu rasa tuh nenek sihir” kata Ais.

”Tanpa disuruh gw pasti bawa, tenang aja gw bakal pake baju yang keren habis dech, kalian juga ya....!!!”

”Pasti sa......, tenang aja” kata Chesa sambil senyum-senyum.

”Tumben ngomong kayak gitu” tanya Nesa heran.

”Emang gak boleh?”

”Tahu nich Nesa masa gak boleh Chesa ngomong kayak gitu” bela Jeni.

”Iya, boleh kok. Tapi yang penting kalian harus tampil cantik jangan mau kalah sama sich nenek sihir itu”


INI JUGA MASIH BERSAMBUNG TAPI TINGGAL DIKIT LAGI SICH ENDING NA .... TAPI LOM SEMPET DILANJUTI... TUNGGU ENDING NA YACH... ^^


Read Users' Comments (0)

0 Response to "...kiss???....."

Posting Komentar