...BUnDa....
“Fefviah, kenapa akhir-akhri ini nilai kamu pada turun semua ?” kata ibu Linda guru wali kelas 2.3 di ruang BP.
“Saya sendiri engga tahu, bu?”
“Kamu lagi ada masalah, viah? Cerita aja sama ibu, siapa tahu ibu bisa bantu memecahkan masalahmu”
“Engga ada, bu. Mungkin akhir-akhri ini saya kecapekan”
“Kamu lagi sakit? Ibu Cuma khawatir nilai kamu pada turun semua”
“Ibu tenang aja bu, saya baik-baik aja. Apa saya sekarang boleh balik ke kelas!”
“Baiklah kamu boleh balik ke kelas” kata ibu Linda.
Lalu Fefviah balik ke kelasnya dengan langkah yang sangat lemah. Ini sudah ke tiga kalinya dia dipanggil wali kelasnya ke ruang BP, Karena nilai dia pada turun semua. Fefviah anak yang sangat pintar, dia juara umum di sekolah Wajawali. Jadi tidak heran jika dia dipanggil ke ruang BP, karena guru-guru pada heran dengan nilainya yang tiba-tiba pada turun semua.
Ketika Fefviah masuk ke kelasnya Lia sahabatnya sudah berdiri didepan pintu kelasnya.
“Viah, ibu Linda bilang apa tadi” kata Lia ketika melihat sahabatnya dan menghampirinya.
“Seperti biasa” kata Fefviah sambil masuk dan menuju kebangkunya dan Lia pun mengikuti dan duduk disamping Viah.
“Sebenarnya kamu ini kenapa? Cerita dong Viah kalau ada masalah. Jangan buat aku khawatir”
“Engga ada yang perlu dikhawatirkan”
“Tentu saja ada, sikap kamu itu yang aneh. Tiba-tiba kamu jadi pendiam, nilai kamu pada jatuh. Itu semua yang aku khawatirkan bahkan semua guru juga “ kata Lia dengan nada agak kesal.
“Aku bilang engga ada, ya engga ada. Lebih baik kamu balik ke kelas kamu aja Lia, sebentar lagi bel masuk” kata Viah dengan nada kesal.
“Baiklah aku balik ke kelas dulu” kata Lia lalu balik ke kelasnya.
Lia tahu benar sifat sahabatnya itu yang sulit dibujuk jika lagi ada masalah. Maklum mereka sudah bersahabat dari SD sampai kelas 2 SMA ini. Mereka selalu bersama-sama jadi mereka saling memahami sifat temannya masing-masing. Tapi kali ini Lia sangat tidak mengerti dengan sifat sahabatnya. Dia merasa heran karena biasanya sahabatnya itu selalu periang tapi kali ini dia melihat sahabatnya selalu murung. Dia ingin sekali menanyakan sebenarnya dia kenapa.
“Viaaaaaaaaaah” teriak Lia ketika melihat Viah yang berjalan menuju gerbang sekolah. Lalu Viah menghentikan langkahnya dan berbalik.
“Ada apa Lia?” kata Viah kepada sahabatnya yang lari menghampirinya.
“Pulang bareng yuk, aku dijemput tuh” kata Lia menujuk mobil BMWnya. Lia anak orang kaya jadi dia selalu dijemput.
“Aku pulang sendiri aja”
“Tapi Viah”
“Dah………”kata Viah lalu berjalan lagi tanpa memperdulikan panggilan sahabatnya.
Dia berjalan sambil melamun. Pikirannya melayang-layang entah tahu ada dimana. Dia sangat pusing sekali rasanya ingin sekali dia berteriak sekencang-kencangnya. Tapi apa daya dia terlalu lemah untuk melakukannya. Dia pulang kerumah langsung masuk kekamarnya dan langsung tidur tanpa membuka pakaian seragamnya.
“Viah, kamu baru bangun tidur” kata papanya ketika saat makam malam. Ayahnya sangat heran melihat putrinya itu sangat lemas.
“Iya, pa. Tadi pulang sekolah viah langsung tiduh. Habis capek banget”kata Viah sambil duduk meja makan. Dia hanya ganti baju dan gosok gigi tanpa mandi. Jadi pantas aja mukanya jadi kusut banget.
“Viah, tadi siang guru wali kelas kamu telepon” kata mamanya.
“Lalu kenapa?”
“Katanya nilai kamu akhir-akhir ini pada turun semua. Sebenarnya kamu ini kenapa sih viah?” kata mamanya dengan nada khawatir.
“Habis putus cinta kali, ma” ledek kakaknya Citra.
“CITRA” kata ayahnya marah.
“Maaf, yah”
“Viah katakan pada mama, apa masalah kamu?”
“EnggaK usah sok perhatian deh” kata Viah dengan nada kasar.
“Viah, jaga bicara mu” kata ayah marah.
“Viah, kamu ini kenapa?” kata mama lalu menghampiri bangku Viah.
“Jangan dekan-dekan aku deh, ma” kata Viah dengan nada sinis lalu bangun dari bangku.
“Viah, jaga ucapanmu” kata papa marah.
“Viah, tahu semuanya. Viah ini bukan anak mama kan. Viah ini anak selingkuhannya papakan”
“Kamu bicara apa, viah?”kata papa sambil berdiri dari bangkunya.
“Benarkan ma, viah bukan anak mama. Pantas aja viah selalu dibedai sama kakak citra”
“Kata siapa kamu bukan anak mama”
“Viah, lihat sendiri akte kelahiran viah. Waktu itu viah lagi dikamar mama dan enggaK sengaja lihat. Pantas aja viah engga pernah boleh lihat akte kelahiran viah” kata Viah dengan nada tinggi.
“Memang benar aku ini bukan mama mu. Tapi aku sayang kamu, viah” kata mama sambil menangis. Lalu ayah memeluk mama dan kakak citra hanya terdiam terpaku dibangkunya.
“Benarkan dugaan viah. Sudah lama viah merasa kalau viah ini bukan anak mama. Viah selalu aja dibedakan sama kakak citra. KARENA VIAH ANAK HARAM AYAH” kata Viah teriak-teriak.
“PLAK” tiba-tiba ayah menampar Viah.
“VIAH BENCI MAMA DAN PAPA” kata Viah lalu lari keluar rumah sambil menangis. Dia tidak menghiraukan panggilan mamanya yang memanggil namanya. Dia berjalan tanpa tujuan. Pikirannya sangat kalut. Dia sangat kebinggungan sekaligus tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi barusan. Dia merasa ini semua sebuah mimpi yang buruk. Dia berjalan sangat jauh dan dia sudah berjalan lamanya satu jam. Tapi akhirnya dia putuskan untuk pergi kerumah sahabatnya karena dia binggung lagi mau kemana.
“Hallo” kata Lia saat mengakat telpon.
“Lia, ini papanya viah”
“Ada apa om?” Tanya Lia kaget karena papanya Viah yang menelepon.
“Viah, ada disana”
“Enggak ada om, emangnya kenapa?”
“Kalau viah kesana bilang aja mamanya lagi dirumah sakit Harapan Kita”
“Iya, om nanti saya sampaikan”
“Makasihnya, Lia”
“Sama-sama om” lalu Lia menaruh gagang teleponnya. Dia sangat kaget karena suara papanya Viah sangat gelisah sekali. Dia bertanya-tanya dalam hati sebenarnya apa yang sedang terjadi. Lalu tiba-tiba bel rumahnya berbunyi. Dan dia pun langsung lari untuk membukakan pintu siapa tahu itu Viah, pikir Lia dalam hati. Benar tebakan Lia itu. Orang yang berdiri didepan pintu memang sahabatnya.
“Viah, kamu kemana aja? Tadi papa kamu telepon. Katanya mama kamu masuk rumah sakit. Dan sebaiknya kita langsung kesana aja” kata Lia tapi sahabatnya itu hanya diam saja.
“Pak deh, cepat ambil mobil saya ingin pergi” teriak Lia.
“Iya, non” kata Pak Deh dari dalam.
“Ayo, viah kita pergi” kata Lia ketika melihat mobil BMWnya sudah ada di depan.
“ Aku enggak mau pergi”
“Kenapa? Sebenarnya apa yang terjadi?”kata Lia penasaran.
“Dia itu bukan mama kandungku. Aku ini anak haram papa. Tadi aku bertengkar sama mereka”
“Lalu kenapa? Karena dia buka mama mu. Jadi kamu tidak mau jeguk dia”
“Iya, KARENA DIA BUKAN MAMA KU” teriak Viah.
“PLAK” tiba-tiba Lia menampar Viah.
“LIA!” kata Viah kaget dan dia pun memegang pipinya.
“Hanya karena itu? KAMU INI MEMANG MANUSIA BODOH. Dia itu sangat sayang sama kamu. Malah aku iri sama kamu karena mempunyai mama yang sangat sayang sama anaknya. Aku sendiri yang mempunyai orang tua kandung malah tidak pernah dimanja dan diperhatikan seperti yang dilakukan mamamu”kata Lia kesal.
“Aku………………” kata Viah sambil menangis. Lalu Lia pun memeluk sahabatnya itu sambil berkata
“Viah, mama mu itu sangat sayang sama kamu. Kalau dia tidak sayang sama kamu mana mungkin dia mau merawat kamu yang jelas-jelas dia ketahui kamu ini anak dari selingkuhan papamu”kata Lia dengan nada lembut.
“Aku sayang dia, Lia. Kamu tahukan dia orang yang sangat aku sayangi didunia ini. Aku juga stress waktuk mengetahui kenyataan pahit itu” kata Viah sambil menangis. Lalu Lia melepas pelukannya.
“Sebaiknya kita kerumah sakit aja. Dan kamu langsung minta maaf sama mama. Kamu maukan!”
Lalu mereka masuk kemobil dan menuju ke rumah sakit. Ketika sampai disana mereka langsung menayakan kamar dimana mamanya Viah dirawat dan langsung lari menuju kesana. Disana mereka melihat kakaknya sedang duduk dan papanya sedang berbicara sama dokter.
“Papa” panggil Viah.
“Viah, kemana aja kamu. Dari tadi mama memanggil nama kamu terus” kata papa khawatir.
“Mama sakit apa, pa?”
“Serangan jantung”
“Bagaimana keada mama, pa?” kata Viah sambil menanggis.
“Boleh aku melihatnya, pa?”
“Bagaimana dok, apa boleh anak saya masuk” Tanya papa pada dokter.
“Maaf pasien belum boleh dijeguk”
“Tapi dok, saya ingin melihat mama saya”
“Maaf, de sekarang belum bisa”
Lalu Viah pun menangis dan Lia memeluk sahabatnya itu.
Hari yang ditunggu akhrinya tiba juga yaitu hari ibu. Sekolah Rajawali merayakannya dengan besar-besaran. Semua murid-murid ikut merayakannya termasuk Viah dan Lia.
“Saudara-saudara sekalian, sekarang kita sambut penampil Fefviah dari kelas 2.3 dan Lia dari kelas 2.5” kata pembawa acara.
Dan Viah dan Lia pun tampil membawakan lagu Bunda dengan Viah sebagai vokalis dan Lia memainkan keybord. Suara Viah yang merdu dengan permainan Keybord Lia yang merdu mengalun membuat para penonton terhanyut.
“Pada kesempatan ini saya ingin membacakan sebuah puisi. Saya harap puisi ini dapat menghibur para hadirin” kata Viah setelah selesai menyanyi.
“Matahari adalah raja di siang hari
Bulan adalah ratu di malam hari
Tapi itu semua tidak lebih hebat
Hanya senyum bunda yang lebih hebat dari matahari maupun bulan
Baik bunda sedarah maupun tidak
Mereka tetaplah hebat
Kerena seorang ibu adalah surga bagi anak-anaknya” kata Viah dengan diiringi alunan merdu dari permainan Keybord Lia.
“Para hadiri. Saya mengharapkan agar kita selalu menjaga ibu kita baik dia ibu kandung maupun bukan.Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih”
Lalu semua orang para beertepuk tangan. Dan Viah dan Lia menghampiri mamanya Viah.
“Ma, selamat hari Ibu”
“Terima kasih sayang” lalu mereka berpelukan.
Mereka makin akrab sejak kejadian itu. Mamanya sempat dirawat selama 5 hari dan itu yang membuat dia menyesal dan berjanji tidak akan marah lagi sama mamanya dan nilainya pun akhirnya meningkat lagi. Dia menyadari bahwa semua orang tua pasti sayang pada anaknya baik dia anak kandung mau pun bukan.
Sekian.

0 Response to "...BUnDa...."
Posting Komentar