...KeLas MaLam... (CeRpen Ku)
“HAAA.....AAA....., kalkulator aku enggak ada” teriak Dwi ketika melihat isi tasnya. “Aduh, bagaimana nich, malah itu kalkulator kakak esti lagi” Dwi ngomel sendiri. Lalu dia mencari kemeja belajarnya. Dan mengacak-acak bukunya hingga bukunya pada berterbangan.
“Tapi, aku enggak pernah ngeluari tas ini dari hari sabtu” kata Dwi ambil mengangkat tasnya dan tasnya itu dijungkir balikan. “Ahhh....aaa..., enggak ada. Oh..... iya” kata Dwi lalu dia segera mengambil Hp – nya dan dia segera mencari nomer Anggi teman sebangkunya, lalu ditelephonlah Anggi. “Gi, kalkulator gw kebawa loe enggak?” tanya Dwi ketika mendengar kata “Hallo”.
“Kalkulator, enggak ada tuh” kata Anggi.
“Masa kalkulator gw enggak ada deh”.
“Ketinggalan kali” Anggi memberi tahu.
“Hilang enggak ya, gi?”.
“Mana gw tahu, nanti loe datang cepat aja” nasehat Anggi.
“Ya, udah deh. Thanks ya, gi”.
“Iya sama-sama” lalu hubungan telephon dimatikan.
Jam dua belas tepat Dwi langsung berangkat ke sekolah dengan tergesah-gesah. Maklum Dwi sekolah siang. Karena paginya dipakai anak SMK. Sekolah tempat Dwi belajar sekarang adalah sekolah swasta disalah satu dikota Jakarta. Sekolah itu terdiri dari SMA dan SMK. Murid SMK masuk pagi dan SMA masuk siang. Sekolah itu juga bertingkat tiga, setiap tingkatan sesuai dengan kelasnya sekarang. Dwi kelasnya ada dilantai dua karena sekarang dia kelas dua.
Saat sampai sekolah dia langsung menuju kelasnya, kelas XI IA 5 yang ada paling pojok. Dwi masuk kelasnya dan dia langsung melihat kolong mejanya, tapi dia tidak menemukan kalkulatornya. Dwi binggung setengah mati. “Ada enggak, wie?” Tanya Anggi sambil duduk dibangku sebelah Dwi. “Enggak ada, gi. Bagaimana dong?”Tanya Dwi kebinggungan. “Mungkin dibawa anak kelas pagi” kata Anggi memberitahu. “Loe, besok datang cepat aja!” lanjut Anggi. “Gw enggak bisa datang cepat, gi”.
“Kalau gitu, loe tulis pesan dikertas lalu loe taruh dikolong meja!” perintah Anggi. “Iya…………ya”.
Lalu saat pulang sekolah, Dwi menyempatkan diri menulis pesan yang berbunyi………
YANG DUDUK DISINI TOLONG BALIKIN KALKULATOR GW
anak XI IA 2
Lalu pesan itu Dwi taruh dikolong meja dan Dwi pun pulang kerumahnya.
Malam pun datang, tapi suasana dikelas XI IA 2 tidak sepi. Banyak orang didalamnya. Lalu seorang entah siapa melihat kertas yang ditulis Dwi dan orang itu segerah menulis dibelakangnya. Entah apa yang dia tulis tapi dia menulis sambil tersenyum.
Ke esok siangnya, saat Dwi datang ke sekolah dia melihat jawaban dibelakang kertas yang kemarin dia tulis, yang berisi………
Maaf ya, kalkulatornya aku bawa pulang dan kemarin aku enggak bawa.
Mungkin besok aku bawa. Oh…..ya, nama aku HENDRA, lalu nama kamu siapa?
Begitulah isi tulisannya. Dwi merasa senang karena kalkulatornya enggak hilang. Lalu dia membalas isi surat itu dengan kertas yang baru.
Jadi kalkulator gw sama loe. Bawa ya, please. Habis itu punya kakak gw (bisa perang dunia 3 nanti kalau hilang). Nama gw DWI, salam kenal
Setelah menulis surat itu, mereka jadi sering surat-suratan. Mereka surat-suratan sudah seminggu lebih 3 hari tapi kalkulator Dwi belum juga dibalikin, Dwi jadi kesal. Hingga dia putuskan untuk menghampiri tuh cowok dikelasnya. Jadi Dwi berangkat pagi-pagi untuk mengambil kalkulatornya sekaligus lihat cowok yang surat-suratan sama dia. Tapi saat sampai di sekolah ternyata dikelas 2 SK 5 enggak ada yang namanya Hendra dan enggak ada seorang pun yang tahu kalkulatornya itu.
Akhirnya Dwi menulis surat lagi yang berisi…………
LOE SIAPA SIH ??? BALIKIN KALKULATOR GW DONG !!!.....
Dan ke esok harinya Dwi mendapat balasannya
AKU ANAK SEKOLAH INI, KALAU KAMU MAU KALKULATOR ITU,
KAMU TUNGGU DIKELAS INI JAM 7 MALAM, HARI INI JUGA !!!....
Begitulah isinya, karena penasaran Dwi memenuhi permintaan tuh cowok dengan ditemani Anggi.
“Wie, mana orangnya? Udah jam tujuh lewat nich” kata Anggi kesal karena kelamaan nunggu (mereka berdua bersembunyi dibangku belakang). “Sabarnya, gi” Dwi menenangkan Anggi. Karena kelamaan nunggu mereka berdua ketiduran.
Malam pun semakin larut, tapi suasana dikelas itu semakin banyak orang. Orang-orang itu kaget melihat ada dua cewek tidur dibangku belakang. Mereka pun mengelilingi dua cewek itu. Lalu terdengar suara bel, lebih tepatnya suara bel masuk. Bunyi bel itu membuat Dwi terbangun dan saat Dwi bangun dia melihat banyak orang berpakaian seragam putih abu-abu sama seperti yang dipakai Dwi sedang melihatinya.
“KALIAN SIAPA??” tanya Dwi sambil teriak. Tapi orang-orang itu hanya diam dan hanya melihatinya saja. Dwi mengoncang-goncangkan badan Anggi tapi Anggi enggak bangun. Dan tiba-tiba seorang pria (cakep loh) menerobos kerumunan orang-orang berpakaian seragam dan dia berkata “Kamu yang namanya dwi?” tanya cowok itu. Dwi kaget melihat cowok itu dan dwi pun menjawab pertanyaannya dengan gugup. “Iiii....iii...ya, gw dwi”. “Aku hendra” cowok itu memperkenalkan diri sambil tersenyum. “MANA KALKULATOR GW?” tanya Dwi tanpa basa-basi dan dengan suara agak teriak. “Ini” kata cowok itu sambil menyodorkan kalkulator Dwi dan Dwi mengambil kalkulator itu. Saat mengambil kalkulator miliknya, Dwi sempat melihat jam tangannya. Dwi kaget melihat jamnya karena jamnya itu menujukan angka dua belas yang berarti jam dua belas malam. Karena rasa kaget itu menimbulkan rasa curiga dihati Dwi. Akhirnya Dwi memberanikan diri melihat kaki mereka dan ternyata semuanya melayang lalu Dwi teriak “SEEETAAAN” dan Dwi pun pingsan.
Dwi dan Anggi ditemukan ke esok harinya oleh petugas bersih-bersih. Dwi enggak menceritakan apa-apa pada Anggi karena dia syok berat. Inginnya dia bilang itu mimpi tapi dia menemukan kalkulatornya ditangannya dan dia juga menemukan pesan dengan tinta merah dikolong mejanya yang berisi........
SENANG BERKENALAN DENGANMU, DWI. AKU SISWA DISINI.
KAMI SEMUA YANG ADA DISINI ADALAH ANAK - ANAK KELAS MALAM
Dwi hanya diam terpaku membaca surat itu karena yang dia alami kemarin malam itu (malam jumat) bukan mimpi tapi KENYATAAAANNN.
........................SELESAI........................

0 Response to "...KeLas MaLam... (CeRpen Ku)"
Posting Komentar