The Last Word
The Last Word
Namun sebelum semester pendek mereka bertiga libur seminggu dulu. Hari senin ini sebenarnya gak ada kuliah. Namun cinta, aera, dan ladie janjian kekampus. Mereka niatnya mau jalan-jalan hari ini. Mereka janjian di lobby depan.
“nunggu sapa lagi nich” Tanya cinta karena udah bete nunggu di lobby depan.
“nunggu yayang gw, dias” ladie sambil cengar-cengir.
“emang kita mau jalan-jalan kemana sich?” aera masih binggung sebenarnya mau pergi kemana, habis aera mah ikut-ikut aja.
“duh aera, bukanna gw udah bilang kalau mau nonton harry potter” ladie sebel karena aera masih Tanya aja mau pergi kemana.
“kan gw Tanya doank, habis lama banget perginya” aera cemberut.
“iya maaf jangan nangis donk” ladie jadi gak enak sama aera.
“nanti gw pengen beli note book lagi ah……, buat nulis-nulis lagi. Kan buku yang kemaren udah hampir penuh” kata cinta.
“boleh tuh” aera semangat mau beli buku juga.
“oo ya…, kalian bawa buku yang beli samaan itu kan?” Tanya ladie.
“iya bawa, emang kenapa?” Tanya cinta
“bagaimana kalau kita tulis kata-kata untuk mengakhir buku itu, yang isinya hal tentang harapan kita” usul ladie.
“setuju…………” kata cinta dan aera berbarengan.
Akhirnya mereka bertiga mengeluarkan buku mereka masing-masing. Lalu saling menjauh untuk menulis kata-kata kenangan di buku itu. Mereka agak susah menulis sich karena gak ada meja, tapi mereka tetep semangat untuk menulis.
Ladie menulis
Akhirnya gw menyelesaikan semester 4 ini penuh dengan hal yang menyenangkan dan menyedihkan. Dimana gw mendapatkan pengeran hati gw namun gw juga kehilangan temen gw.
Gw ingin kedepannya gw dan dias dapat langgeng. Gw ingin dia menjadi pangeran gw untuk selamanya. Gw juga bakal berusaha untuk lebih maju agar bersama-sama dias gw menjadi sukses.
Dan gw juga berharap semoga persahabatan gw tetep utuh karena gw gak mau kehilangan sahabat gw lagi. Dan gw berharap dia temen gw yang sekarang udah menjauh cepet berubah, biar dia sadar apa yang menjadi kesalahannya. Walaupun gw udah sakit hati karena dia, tapi gw masih merasa dia temen gw. Karena gw beli buku ini bukan bertiga tapi berempat. Dan emang empat. Jadi gw berharap dia berubah.
Die_gothem
Aera menulis
Apa ya keinginan gw?? Yang jelas gw pengen merubah nilai gw yang sekarang hancur. Gw pengen bisa lulus bareng ke dua sahabat gw. Gw juga berharap gw bisa jadi orang yang bisa bilang apa yang gw rasa kan. Gak terlalu cuek.
Selain itu, gw pengen yoga makin mengerti gw. Gw pengen awet sama yoga. Dan persahabatan gw sama ladie dan cinta awet juga.
Ae_gothem
Cinta menulis
Keinginan terbesar gw adalah gw pengen belajar buat ikhlas. Ikhlas buat menerima dan melepaskan. Dan buat rio ada pesan yang ingin gw sampaikan.
Bulan agustus, aku mungkin gak bisa bilang ini sama rio. Selamat ulang tahunnya, semoga makin sukses, semua yang di cita-cita kan kamu terkabul. Aku minta maaf karena belum bisa melupakan kamu 100% hingga masih aja bahas masa lalu dan mungkin membuat kamu makin benci sama aku. Aku minta maaf kalau aku bikin salah sama kamu. Sebenarnya aku ingin bisa berteman sama kamu. Namun walaupun gak bisa gak apa-apa bakal aku tanggung karena aku juga salah. Aku bakal berusaha mengikhlaskan semuanya hingga 100%. Dan ini terakhir kalinya aku mengenang dan mengingat kamu. dan buku ini yang terakhir aku masih bahas kamu. aku berharap ke esokannya udah gak mau bahas lagi dan biarkan jadi kenangan aku aja. Aku janji gak mau bahas kamu lagi. Udah cukup. Dan makasih pernah ada di hatiku. Sekali lagi aku minta maaf.
Aku ingin memulai dari baru lagi. Aku pengen kejar impian aku. Dan makasih buat sahabat-sahabat aku dan aku berharap kita bersahabat selamanya.
Key_gothem
Mereka bertiga senang banget udah nulis sesuatu di buku masing-masing. Namun mereka bertiga gak mau untuk saling memberitahu apa yang mereka tulis.
Oo ya, nama die_gothem, ae_gothem, dan key_gothem adalah nama samaran mereka bertiga. Kalau gothem adalah singkatan dari girls of the moment. Die dari nama belakang ladie, ae dari nama depan aera dan key adalah huruf depan k dari “kira” yaitu tokoh kartun deathnote yang cinta sukai, walaupun perannya jahat namun cinta suka banget.
Gak lama pacar ladie dateng, namun gak dateng sendiri. Ada k’ rui dan yoga. Cinta dan aera binggung kenapa k’ rui dan yoga ada.
“k’ rui” panggil cinta lalu k’ rui menghampiri cinta.
“aku boleh kan pergi bareng kamu?” Tanya k’ rui.
“bagaimana ya………” cinta sok mikir. “boleh dech” lanjut cinta.
“aku sama cinta pergi berduanya, ntar tunggu di 21 aja” kata k’ rui lalu menarik cinta menuju motornya. Cinta sih nurut aja, kedua temennya Cuma senyum aja gak bisa ngomong apa-apa.
“kita juga pergi berdua aja, yuk!” ajak yoga yang membuat aera kembali memperhatikan yoga.
“kamu gak kerja?” Tanya aera karena binggung yoga sekarang ada diharapannya.
“untuk sehari ini aku ingin pergi sama kamu dan sama temen-temen kamu” kata yoga.
“gw duluan ya ladie, dias. Tunggu di 21 aja ya…” kata yoga sambil menarik aera ke motornya. Ladie dan dias sich senyum aja.
“sekarang tuan putrid mau pergi” kata dias sambil senyum.
“tentu” kata ladie lalu jalan menuju tempat parkir mobil dan dias mengikuti dibelakangnya.
Tamat

0 Response to "The Last Word"
Posting Komentar